Kamis, 22 November 2012

JERUJI CINTA


Kusapa embun pada jendela hatiku..
Kubisik lirih hasrat manja asmaraku..
Asaku terbuai dan terperangkap ….
Aku lunglai beralas harap..
Aku lemas bertilam khayal
 Cintaku terpenjara pada pesonaMu..
Terbelenggu… terkungkung… pada jeruji manis mimpi bersamaMu..
Tercengkram selasar indah dekapan mesra bayangMu
Rinduku menari=nari dengan gemulai menujuMu….
Dan aku tersandar kokoh pada getar bahagiaku…
Alhamdulillah for everything in my life… <3 o:p="o:p">

Kamis, 10 Mei 2012

Jika

Jika tak juga kau mengerti kataku
Maka cobalah tuk pahami diamku
Jika tak juga kau dapat merangkai makna dari biasku
Maka cobalah tuk menerima pudar dari wujudku
Karena sang waktu telah enggan menunggu
Tuk berseteru dalam balutan angan yang semu

Jumat, 15 April 2011

Stigma Penyakit Guru

Masa Oemar Bakri, sosok guru terlihat sehat dengan sepeda kumbangnya. Kalaupun ada yang kurang dan tampak seperti penyakit, itu karena keadaannya yang terlalu sederhana yang seolah-olah menggambarkan ada kekurangan dalam kehidupannya yaitu “kesejahteraan”.
Pada saat guru identik dengan sebutan “kuli kapur”, karena pekerjaannya yang berhubungan dengan papan tulis dan kapur, maka guru ditenggarai rentan terhadap penyakit TBC dan paru-paru. Pada masa itu guru masih termasuk pekerjaan yang tidak dikehendaki dan dihindari orang.
Saat ini, papan tulis hitam ( black board ) dan kapur tulis sudah diganti dengan white board dan spidol. Gambaran sosok Oemar Bakri pun mulai terpupus, kesejahteraan tak lagi menjadi masalah. Pekerjaan sebagai guru mulai menjadi pilihan yang berarti dan ramai dilirik orang. Namun, apakah guru sudah terbebas dari penyakit? Ternyata, masih ada setumpuk penyakit yang melekat dan menjadi stigma penyakit guru pada saat ini. Penyakit apakah gerangan?
1. Tipes : tidak punya selera
2. Mual : mutu amat lemah
3. Kudis : kurang disiplin
4. Asma : asal masuk kelas
5. Kusta : kurang strategi
6. TBC : tidak bisa computer
7. Kram : kurang terampil
8. Asam urat : asal sampaikan materi urutan kurang akurat
9. Lesu : lemah sumber
10. Diare : di kelas anak-anak remehkan
11. Ginjal : gajinya nihil jarang aktif dan terlambat
Penyakit tersebut diatas, sering dijadikan alat untuk mengolok-olok keadaan guru pada saat ini. Namun, meskipun penyakit diatas sering dianggap hanya sebagai guyonan namun cukup untuk membuat kita sedikit berintrospeksi menilai diri kita sendiri.
Sebenarnya kita sebagai guru bisa terhindar dari berbagai penyakit tersebut. Semangat untuk selalu memperbaiki kualitas diri merupakan langkah awal untuk memperoleh kekebalan yang diantaranya bisa kita peroleh melalui kegiatan Bermutu. Kualitas diri guru itu juga yang nantinya akan menjadi modal bagi suatu kemajuan, karena guru adalah pilar peradaban dan motor kemajuan suatu bangsa.
Selamat dan tetap semangat untuk semua. Mudah-mudahan semua upaya yang dijalankan dapat menghindarkan kita dari berbagai penyakit yang kerap datang menyerang dan menjadi stigma penyakit guru seperti tersebut diatas.

CATATAN SEBUAH PERJALANAN

Sering kita tidak menyadari bahwa alam bisa dengan tiba-tiba menjadi tidak ramah dan dengan begitu gagah menunjukan kuasanya serta memaksa kita untuk tunduk pada kehendaknya. Itu pula yang penulis rasakan pada saat kunjungan penulis ke kelompok MGMP Bermutu Bahasa Inggris Komisariat 04 Ciamis. Kedatangan penulis yang baru pertama kali ke kelompok Bermutu tersebut disambut dengan guyuran hujan yang begitu deras. Pada saat itu, air benar-benar seperti dicurahkan dari langit.
Penulis tiba di SMPN 1 Cisaga , sebagai sekolah induk tempat kegiatan MGMP Bermutu Bahasa Inggris Komisariat 04 Ciamis dilaksanakan, pada sekitar jam 14.00 WIB karena memang kegiatan direncanakan mulai dilaksanakan pada jam tersebut. Pada saat itu yang sudah hadir di tempat kegiatan adalah pengurus MGMP Bermutu yaitu Pa H Ondi dan Bu Lia, yang kebetulan memang sehari-harinya keduanya mengajar di sekolah tersebut. Penulis diterima dengan baik di ruang guru sambil menunggu peserta yang lain hadir di tempat kegiatan.
Tidak lama kemudian datang seorang peserta (Bu Aan dari SMPN 3 Cisaga) dengan baju yang basah kuyup terguyur air hujan. Keadaanya tidak cukup memungkinkan untuk tetap berada di situ dan akhirnya meminta izin untuk tidak mengikuti kegiatan pada hari itu. Sekitar jam 15.30 WIB hadir dua orang peserta lain yaitu Bu Elis dan Bu Isur yang kebetulan juga keduanya adalah pengajar di SMPN 1 Cisaga, sekolah induk tempat kegiatan Bermutu di laksanakan. Pada saat itu hujan belum berhenti dan kami pun tidak beranjak dari ruang guru. Hujan yang sangat deras benar-benar telah mengunci kami untuk tetap berada di situ.
Kami menunggu sampai jam 16.00 WIB, ternyata tidak ada lagi peserta lain yang hadir. Sepertinya hujan yang deras telah menunjukan kuasanya dan membuat peserta lain tertahan untuk sampai di tempat kegiatan. Ditambah lagi dengan alat transportasi yang terbatas dan letak sekolah yang bersebaran cukup jauh dari sekolah induk menambah warna tersendiri terhadap jalannya kegiatan pada hari itu atau bahkan mungkin pada setiap kegiatan.
Akhirnya kegiatan pada hari itu kami habiskan dengan ngobrol kecil seputar kegiatan dan kendala-kendala dalam penyelenggaraan kegiatan Bermutu di komisariat 04 Ciamis. Sampai akhirnya hujan berhenti dan kamipun harus kembali ke tempat kami masing-masing.
Pelajaran berharga dari kegiatan pada hari itu, ternyata begitu banyak kendala yang kita hadapi dalam upaya kita meningkatkan kualitas diri. Untuk mencapainya diperlukan semangat atau motivasi yang tinggi dan pengorbanan yang luar biasa dari kita serta dukungan sepenuhnya (bukan setengah-setengah) dari seluruh komponen pendidikan. Semua pemegang kebijakan pendidikan harus memberi perhatian dan peluang kepada guru dalam mengembangkan diri serta profesi mereka yang diantaranya bisa dicapai melalui kegiatan MGMP Bermutu. Untuk kepentingan tersebut, kegiatan Bermutu hendaknya dilaksanakan pagi hari pada hari MGMP terutama untuk komisariat yang pesertanya tersebar cukup jauh dari tempat kegiatan.
Diluar hal tersebut diatas, sebagai upaya meningkatkan motivasi, berikut ini ada 5 (lima) kunci sukses yang cukup sederhana untuk kita perhatikan. Meskipun lima kunci sukses ini berasal dari bangsa Jepang namun tak ada salahnya kalau kita mau mempelajarinya.
1. Kerja Keras
Di dunia ini tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah kita kurang bekerja keras.
2. Pantang Menyerah
Menyerahlah jika peluang benar-benar sudah habis. Tapi selagi masih ada satu harapan, raihlah dengan kerja keras dan kita pasti SUKSES.
3. Menjaga Kehormatan
Berpegang pada” budaya malu”, dan kemudian intropeksi diri untuk berbuat lebih baik lagi
4. Rajin Membaca
Banyak-banyaklah membaca dan galilah informasi sebanyak mungkin (dalam hal ini kita bisa menggunakan internet). Karena dengan lebih banyak mengetahui informasi , kita sudah lebih dekat ke tujuan.
5. Menjaga Tradisi
Dengan tetap menjaga tradisi berarti menjaga kepribadian dan keteraturan karena dalam tradisi juga terkandung nilai-nilai luhur dan budi pekerti serta budaya bangsa.
Demikian sekilas catatan perjalanan, mudah-mudahan bisa memberi inspirasi untuk tetap semangat dan terus berjuang dalam meningkatkan kualitas diri, khususnya melalui kegiatan MGMP Bermutu. “NO PAIN, NO GAIN”.

Profesional dan Bermutu

Siapa bilang menjadi guru itu mudah dan tak usah bersusah payah. Apalagi menjadi guru sebagai sebuah profesi yang dituntut untuk professional, sudah tentu akan membutuhkan berbagai upaya dan pengorbanan yang cukup besar. Karena dibalik setumpuk tuntutan tugas dan kewajiban, seorang guru juga harus selalu meluangkan waktu untuk meningkatkan kualitas diri. .
Kata profesional itu sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti ahli, pakar atau mumpuni dalam bidang yang digeluti. Oleh karena itu, menjadi profesional berarti menjadi ahli dalam bidangnya. Dan seorang ahli, tentunya berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya serta memiliki integritas dan personaliti yang tinggi. Dalam perspektif ini, menjadi profesional adalah satu kesatuan antara konsep personaliti dan integritas yang dipadupadankan dengan skill atau keahlian serta kualitas kerja.
Lalu apakah yang dimaksud dengan guru Profesional? Guru professional adalah guru yang selalu meramu kualitas dan integritasnya. Mereka tidak hanya memberikan pembelajaran bagi peserta didiknya akan tetapi mereka juga harus selalu melakukan pembelajaran bagi dirinya. Zaman terus berubah dan ilmu pengetahuan pun ikut berubah. Oleh karena itu, guru harus selalu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam berbagai hal agar tak tergilas oleh kemajuan zaman. Dalam hal ini, Guru benar-benar dituntut untuk menjadi sosok yang sempurna dan harus berupaya untuk mencapai kesempurnaan tersebut dengan selalu meningkatkan kualitas diri.
Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas diri baik itu melalui ruang formal atau melalui pelatihan-pelatihan serta melalui kegiatan kajian kritis atas berbagai sumber ilmu pengetahuan. . Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan melalui kegiatan MGMP Bermutu. Kegiatan MGMP Bermutu ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja guru melalui peningkatan penguasaan materi pembelajaran dan keterampilan mengajar di kelas. Dengan serangkaian kegiatan dalam bentuk case study, lesson study, kajian kritis, study visit serta PTK diharapkan sosok guru yang professional dan Bermutu bisa terwujud dengan baik.
Kegiatan Bermutu juga diharapkan bisa meningkatkan motivasi dalam menjalankan tugas sebagai seorang guru serta menumbuhkan mentalitas professional sbb:
1. Mentalitas mutu
Selalu menampilkan kinerja terbaik dan berusaha mencapai kesempurnaan
2. Mentalitas altruistic
Selalu dimotivasi untuk berbuat baik atau berguna bagi masyarakat
3. Mentalitas melayani
Tidak bekerja untuk kepuasan diri sendiri melainkan bekerja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
4. Mentalitas pembelajar
Selalu melakukan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dirinya
5. Mentalitas pengabdian
Tertarik dan terpanggil untuk mengabdi pada profesi
6. Mentalitas kreatif
Menguasai dan mengembangkan keilmuannya dengan kreatif, berdaya cipta dan inovatif
7. Mentalitas etis
Menerima semua konsekwensi profesi baik itu pahit maupun manis dan selalu menggeluti wacana moral yang relevan dengan profesi yang dipilihnya.
Dari uraian diatas kita tahu bahwa Profesional dan Bermutu menunjukan kesuksesan guru dalam menjalankan tugas keseharian. Olehkarena itu, Kobarkan SEMANGAT ,dan tetaplah berjuang untuk selalu meningkatkan kualitas diri, karena sukses adalah hak setiap orang bagi yang mau berusaha dan menerimanya.

Selasa, 08 Maret 2011

MY WONDERFUL FEELING

I GET A GREAT FEELING INSIDE
WHEN I SEE YOU BEFORE THE NIGHT

I GET A GREAT FEELING INSIDE
WHEN I KISS YOU BEFORE THE BEDTIME

I GET A GREAT FEELING INSIDE
WHEN I ENJOY YOUR FACE AT YOUR DREAMTIME

I GET A GREAT FEELING INSIDE
WHEN I TOUCH YOUR HAIR IN YOUR DAYTIME

I GET A GREAT FEELING INSIDE
WHEN I PLAY WITH YOU IN OUR SPARE TIME

I GET A GREAT FEELING INSIDE
WHEN I THINK OF YOU IN EVERY BREATH OF MINE

MY KIDS….
YOU ARE ALL MY WONDERFUL FEELING
AND I LOVE YOU WITH ALL OF MY HEART

Special for Regia , Melanisa and Rizkan

Sabtu, 05 Maret 2011

THE LEGEND OF SITU BAGENDIT

Once upon a time there lived a very wealthy woman in a small village .She lived alone in a very big house .She was very greedy so people called her Bagenda Endit, the greedy wealthy woman.
“I’m the richest woman in this village. Ha…ha…ha all these wealth are mine. No one can take even a little cent from me.”
“I have all of these by my own. So why do I have to share the things with the other?” That was what she thought about. She didn’t care with the people around her,although they were very poor and were starving.
One day, a very old woman came to her and asked for help.
She said,” Bagenda Endit, please help me. My son has never had any food for days. We are starving”.
“Hi, the ugly old woman! Get away from me! I don’t care with you or your son. Whether you are starving or even dying, it is not my bussiness.” Bagenda Endit shouted.
The old woman didn’t move from Bagenda Endit sight so Bagenda Endit sprayed the woman with some water. The old woman and her son got wet.
Bagenda Endit was so cruel. She didn’t feel a little sorry for the old woman. Even she got angrier. She forced the old woman to get out of her yard .
“Hi…hi…hi ! What such a foolish woman! Who does she think she is, so that she comes to me for a help.”
A few days later, a very old man ,with a stick to walk, came to Bagenda Endit and asked for some water.
“Bagenda, please give me some water. I am so thirsty. If you don’t mind I’ll take the water from your well.” Asked the old man.
“Hey, the poor old man. I don’t want you to take my water. Any drop of my water is only for me. No one can take any of them. Go away!”said Bagenda Endit.
The man went by…, He used his stick to walk. He stopped by the Bagenda Endit’s house yard,put his stick on the ground and shouted ,”Bagenda Endit, you don’t want to loose any drop of your water. Now I will give you more water.”
He took his stick out of the ground and the water came out , bursted into the air. It swept all over the village and it turned into a lake. Bagenda Endit was drowned with all of her wealth. People called the lake Situ Bagendit.


Moral value : people should live together and help each other. Don’t be greedy because it only brings dissaster.